Filsafat Matematika 1: Rumus Kejujuran
“Katakan
yang benar itu adalah benar, dan yang salah itu adalah salah”
Hukum
kehidupan di atas dapat kita sederhanakan dalam bahasa matematika yang
sederhana, yaitu sebagai berikut :
1.
+ x + = +
2.
- x - = +
3.
+ x - = -
4.
- x + = -
Hukum
matematika di atas jika dibahasakan secara lugas berbunyi :
1. Sesuatu yang benar (+) jika dikatakan benar (+) adalah benar (+)
2. Sesuatu yang salah (-) jika dikatakan (-) juga merupakan sesuatu yang benar (+).
3. Sesuatu yang benar (+) jika dikatakan salah (-) adalah salah (-)
4. Demikian sebaliknya, sesuatu yang salah (-) jika dikatakan benar (+) adalah salah (-).
1. Sesuatu yang benar (+) jika dikatakan benar (+) adalah benar (+)
2. Sesuatu yang salah (-) jika dikatakan (-) juga merupakan sesuatu yang benar (+).
3. Sesuatu yang benar (+) jika dikatakan salah (-) adalah salah (-)
4. Demikian sebaliknya, sesuatu yang salah (-) jika dikatakan benar (+) adalah salah (-).
Disamping sebagai bahasa maka matematika
juga berfungsi sebagai alat berpikir. Yaitu, ilmu pengetahuan yang mendasarkan
kepada analisis dalam menarik kesimpulan menurut suatu pola berpikir tertentu.
Dan pada dasarnya matematika merupakan ilmu pengetahuan yang disusun secara
konsisten berdasarkan logika deduktif.
Bagi dunia ke-ilmuan matematika berperan
sebagai bahasa simbolik yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat
dan tepat. Sebagaimana sarana ilmiah maka matematika itu sendiri tidak
mengandung kebenaran tentang sesuatu yang bersifat faktual mengenai dunia empiris.
Matematika merupakan alat yang memungkinkan di temukannya serta di
komunikasikannyakebenaran ilmiah lewat berbagai disiplin keilmuan.
Matematika merupakan bahasa artifisial
yang di kembangkan untuk menjawab kekurangan bahasa verbal yang bersifat
alamiah. Untuk itu, maka di perlukan usaha tertentu untuk menguasai matematika
dalam bentuk kegiatan belajar. Bagi ilmu itu sendiri matematika menyebabkan
perkembangan yang cepat. Tanpa matematika maka pengetahuan akan berhenti pada
tahap kualitatif yang tidak memungkinkan untuk meningkatkan penalarannya lebih
jauh.
Angka tidak bertujuan menggantikan
kata-kata, pengukuran sekadar unsur dalam menjelaskan persoalan yang menjadi
pokok analisis utama. Teknik matematika yang tinggi bukan merupakan penghalang
untuk mengkomunikasikan pernyataan yang dikandungnya dalam kalimat-kalimat yang
sederhana. Kebenaran yang merupakan fundasi dasar dari tiap pengetahuan.