Rabu, 27 November 2013

I.MASALAH
Adakah Hubungan Emosi anak dengan Mendengarkan Musik
II.KERANGKA TEORI
A.    Mendengarkan Musik
Kutipan:
·        Menurut Djohan (dalam Prawitasari 2012; 364-365) elemen dasar musikal sudah ada dalam diri manusia sudah ada sejak berada dalam kandungan. Hal ini menjelaskan bahwa siapapun yang mendengar musik, meski tanpa pengetahuan teoritis tentang musik dapat terpengaruh dan merespon musik.
·        Musik menurut Gaston (dalam Djohan, 2010: 3) dapat didefinisikan sebagai bentuk dari perilaku manusia yang unik dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi. Keunikan dari bunyi alat musik dan suara penyanyi membuat lagu mempunyai kekuatan psikologis untuk menggerakkan perasaan sekaligus ekspresi emosi siapapun yang mendengarnya, tidak terkecuali anak-anak.
·        Menurut Suyudi (2010: 162) kecederdasan musikal adalah kemampuan untuk menyimpan nada, mengingat irama, dan secara emosional terpengaruh oleh musik. Oleh karena itu musik disebut juga sebagai bahasa emosi. Dimana dengan musik emosi bisa berubah dan bergerak secara dinamis tergantung jenis musik dan suasana hati yang menikmatinya.
B.     Hubungan Emosi
Kutipan:
·        Menurut Hurlock (2000: 216) ciri khas emosi yang ditampilkan pada anak, diantaranya: emosi yang kuat dan seringkali tampak, bersifat sementara, individualis serta dapat dilihat dari gejala perilakunya. Dengan pola perkembangan emosi yang berubah-rubah seperti ini, tentu memerlukan perhatian orang tua dan guru dalam mengembangkan emosi anak. Hal ini terasa penting terutama berhubungan dengan pembentukan kepribadian anak pada tahapan perkembangan selanjutnya.
·        Menurut Mahmud(Nugraha dan Rachmawati, 2004: 8.9). Musik telah menyatu dengan alam dan dunia anak-anak, sehingga kedekatan yang tercipta menimbulkan sisi emosional anak yang bergerak dinamis sesuai perkembangan yang dijalani anak.
·        Slavon (dalam Mutiah, 2010: 171). Terapi ini dikhususkan pada anak yang berusia 13 tahun kebawah yang mengalami gangguan perilaku. Dasar-dasar terapi kelompok yang dapat dikembangkan dalam latihan ritmis adalah: (1) dengan pengalaman yang dimiliki dalam kelompok maka anak dapat melihat pengaruh dirinya terhadap orang lain; (2) mendorong anak melakukan tingkah laku wajar dan bebas mengekspresikan perasaannya melalui kegiatan yang dilakukan; (3) re-orientasi atau modifikasi perasaan dan kebiasaan serta sikap yang terjadi karena pengalaman sendiri.

III.HIPOTESIS
       Bahwa mendengarkan musik sangat bermanfaat dan merangsang bagi emosi anak.Jadi, musik dengan emosi anak adalah sesuatu yang berhubungan.


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar