I.MASALAH
Adakah
Hubungan Emosi anak dengan Mendengarkan Musik
II.KERANGKA
TEORI
A. Mendengarkan
Musik
Kutipan:
·
Menurut
Djohan (dalam Prawitasari 2012; 364-365) elemen dasar musikal sudah ada dalam
diri manusia sudah ada sejak berada dalam kandungan. Hal ini menjelaskan bahwa
siapapun yang mendengar musik, meski tanpa pengetahuan teoritis tentang musik
dapat terpengaruh dan merespon musik.
·
Musik
menurut Gaston (dalam Djohan, 2010: 3) dapat didefinisikan sebagai bentuk dari
perilaku manusia yang unik dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi. Keunikan
dari bunyi alat musik dan suara penyanyi membuat lagu mempunyai kekuatan
psikologis untuk menggerakkan perasaan sekaligus ekspresi emosi siapapun yang
mendengarnya, tidak terkecuali anak-anak.
·
Menurut
Suyudi (2010: 162) kecederdasan musikal adalah kemampuan untuk menyimpan nada,
mengingat irama, dan secara emosional terpengaruh oleh musik. Oleh karena itu
musik disebut juga sebagai bahasa emosi. Dimana dengan musik emosi bisa berubah
dan bergerak secara dinamis tergantung jenis musik dan suasana hati yang
menikmatinya.
B. Hubungan
Emosi
Kutipan:
·
Menurut
Hurlock (2000: 216) ciri khas emosi yang ditampilkan pada anak, diantaranya:
emosi yang kuat dan seringkali tampak, bersifat sementara, individualis serta
dapat dilihat dari gejala perilakunya. Dengan pola perkembangan emosi yang
berubah-rubah seperti ini, tentu memerlukan perhatian orang tua dan guru dalam
mengembangkan emosi anak. Hal ini terasa penting terutama berhubungan dengan pembentukan
kepribadian anak pada tahapan perkembangan selanjutnya.
·
Menurut
Mahmud(Nugraha dan Rachmawati, 2004: 8.9). Musik telah menyatu dengan alam dan
dunia anak-anak, sehingga kedekatan yang tercipta menimbulkan sisi emosional
anak yang bergerak dinamis sesuai perkembangan yang dijalani anak.
·
Slavon
(dalam Mutiah, 2010: 171). Terapi ini dikhususkan pada anak yang berusia 13
tahun kebawah yang mengalami gangguan perilaku. Dasar-dasar terapi kelompok
yang dapat dikembangkan dalam latihan ritmis adalah: (1) dengan pengalaman yang
dimiliki dalam kelompok maka anak dapat melihat pengaruh dirinya terhadap orang
lain; (2) mendorong anak melakukan tingkah laku wajar dan bebas mengekspresikan
perasaannya melalui kegiatan yang dilakukan; (3) re-orientasi atau modifikasi perasaan
dan kebiasaan serta sikap yang terjadi karena pengalaman sendiri.
III.HIPOTESIS
Bahwa mendengarkan musik sangat
bermanfaat dan merangsang bagi emosi anak.Jadi, musik dengan emosi anak adalah
sesuatu yang berhubungan.